Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ignis Versi Bekasnya

2 min read

Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ignis Versi Bekasnya

Suzuki Ignis bisa saja opsi pas untuk kalian yang mencari sebuah city car solid non LCGC. Mengangkat nuansa crossover, untuk harga bekas Mobil Suzuki Ignis di berbagai website dipasarkan dimulai dari Rp129 juta.

Sebagai alternative lain dari Honda Brio, apa hal yang penting jadi perhatian saat sebelum beli Mobil Suzuki Ignis bekas? Supaya tidak ingin tahu, baca beberapa patokan berkaitan mobil ini lewat pembahasan ini.

Mobil Suzuki Ignis Kelihatan Seperti SUV Nanggung

Secara segmentasi Mobil Suzuki Ignis susah disebutkan sebagai city car hatchback atau SUV solid. Pasalnya wujud dan ukuran yang dijajakan mobil ini termasuk nanggung.

Mempunyai kekuatan melalui jalan off road enteng, Ignis memiliki ground clearance tinggi capai 180 mm. Dengan velg standarnya yaitu 15 inch alloy, mobil ini berkesan kurang proper karena pemakaian profile velg yang kelihatan kurus.

Hal itu karena wujud sisi belakangnya mobil ini mempunyai penampilan gambot. Tidak itu saja, beberapa pengamat otomotif pun tidak menyenangi design belakangnya ditambah di bagian samping di atas roda belakang yang dipandang kurang cocok untuk lekukannya.

Susah Up-grade Head Unit

Selanjutnya sebagai perhatian untuk banyak pemilik atau calon konsumen Mobil Suzuki Ignis ialah mekanisme hiburannya. Sama seperti yang kelihatan mobil ini memakai head unit mode floating yang dibikin seakan melekat secara paten.

Jika ingin lakukan up-grade, kemungkinan diwajibkan menukar dan covernya. Pada variasi GX manual lansiran 2017, untuk head unitnya berkesan kuno. Di mana untuk formatnya sendiri tidak dapat tampilkan video, dan cuma memberikan dukungan konektifitas seperti bluetooth, aux, CD, dan radio.

Untuk penataannya juga termasuk simpel lewat tombol dari sisi dan mode putar untuk cari signal radio dan turunkan atau membesarkan volume. Walau demikian penataan atau menukar pola yang diperlukan dapat dilaksanakan lewat tombol pada kemudinya.

Bantingan Condong Stiff

Untuk peredam kejutnya, Mobil Suzuki Ignis memakai MacPherson strut with coil spring di muka dan Torsion beam with coil spring pada roda belakangnya.

Berkenaan bantingan yang dibuat, saat melalui jalan yang sedikit berkontur mobil ini condong lebih ke stiff hingga berasa kurang demikian nyaman. Ditambah busa joknya yang keras dan tipis membuat mobil ini kurang pas jika dipakai pergi keluar kota.

Ada Interval Tiap Gigi Beralih Secara Automatis

Selainnya manual 5-percepatan, mobil ini dijajakan opsi matic dengan transmisi AGS. Untuk kalian yang belum mengetahui, transmisi AGS (Auto Gear Shift) yang disebutkan Auto atau Self-Shifting transmission ini pertama kalinya diperkembangkan oleh Suzuki Motor Corporation, India.

Di Indonesia, saat sebelum Ignis sebetulnya transmisi ini telah terlebih dahulu didatangkan pada Wagon R.Transmisi AGS sendiri sebagai transmisi manual tanpa pedal kopling.

Peralihan gear dilaksanakan secara automatis yang sudah dilakukan mekanisme electronic (ECU) yang dipasang pada mobil. Pemberian nama AGS sendiri sebetulnya cuma untuk produk Suzuki saja. Secara umum transmisi tipe ini dinamakan Automated Manual Transmission (AMT).

AMT didasari pada ide transmisi manual sementara teknologi AGS semakin maju dan berdasar pada transmisi DSG dan CVT. AMT memerlukan waktu sampai satu detik untuk gigi upshift atau downshift – yang bisa memunculkan seperti rasa sentakan kecil.

Transmisi AGS pada intinya ialah transmisi manual yang mekanisme operasionalisasinya dilaksanakan secara automatis oleh modul hingga kalian tidak dapat menemui model P di tuas persenelingnya.

Untuk operasionalisasinya, kalian cukup geser tuas persneling di model N dan aktifkan rem parkir saat akan memarkirkannya.

Kelemahan pada transmisi AGS yang jamak dirasa pemilik atau pemakai Mobil Suzuki Ignis ini ialah rasa terganggu tiap lakukan peralihan gigi secara automatis yang diperintah oleh ECU.

Seperti rasa terganggu ini sebetulnya dapat ditangani. Tiap lakukan peralihan gigi secara automatis di angka 2.000-2.500 rpm, kalian dapat sedikit mengusung kaki dari pedal gas dan mencapai pedal gas kembali untuk menambah kecepatan.

Cukup banyak pemakai Mobil Suzuki Ignis dengan transmisi AGS mengeluh masalah tingkat responsive yang dibuat. Mobil ini dirasakan seperti kurang cekatan atau kekurangan tenaga saat memakai model automatis melalui jalan yang naik dan saat ingin mendahului kendaraan dimukanya.

Mobil Suzuki Ignis Mahal Jika Alami Kerusakan Transmisi AGS

Selainnya dipandang kurang responsive, Ignis dengan transmisi AGS mahal dalam perawatan. Piranti yang dipakai transmisi AGS untuk mengalihkan gigi secara automatis mayoritas dikontrol oleh computer atau ECU.

Bila hancur, yang penting ditukar ialah modul kopling electronicnya secara utuh. Modul electronic yang harus ditukar ialah actuator assy saat terjadi transmission failure. Untuk harga modul sendiri ada di angka belasan juta rupiah.

Kelebihan Mobil Suzuki Ignis Versi Bekasnya

  1. Designnya unik
  2. Mobil ini hemat bahan bakar
  3. dll

Kekurangan Mobil Suzuki Ignis Versi Bekasnya

  1. Ada beberapa kerusakan yang mahal jika sampai terjadi
  2. Susah Up-grade Head Unit
  3. dll

Demikian pembahasan tentang Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ignis Versi Bekasnya.

2 Replies to “Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ignis Versi Bekasnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *