Mengenal Kode API dan SAE Pada Oli Kendaraan

2 min read

Mengenal Kode API dan SAE Pada Oli Kendaraan

Kode API dan SAE pada oli mobil atau motor banyak yang tak mengetahuinya. Beberapa orang tahunya cuma oli murah dan oli mahal dan oli encer dan oli kental.

Walau sebenarnya tiap mesin dari pabriknya memiliki referensi kekentalan dan SAE yang berbeda. Code SAE sebetulnya memperlihatkan kekuatan satu oli dalam mengontrol stablitas kekentalannya pada dampak temperatur lingkungan/mesin dingin atau panas.

Oli mempunyai grade (derajat) tertentu yang ditata oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Jika pada paket oli itu tercantum angka SAE 5W-30 memiliki arti 5W (Winter) memperlihatkan pada temperatur dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada temperatur terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Tidak cuma code SAE saja yang perlu anda ketahui pada oli pelumas, tetapi ada pula code API. nah apa API ini. API ialah ringkasan dari American Petroleum Institute. API sebagai code standar untuk tentukan karakteristik tertentu (kualitas) oli, code API terdiri dari 2 alfabet (huruf) yang berada ada di belakang code “API” misalkan “API SG” atau “API CH”. Pada code huruf pertama mengisyaratkan pemakaian oli pada mesin bensin atau mesin diesel.

Code “S” dipakai pada oli mesin bensin dan code ” C ” dipakai pada oli mesin diesel. Pada code huruf ke 2 mengisyaratkan sifat/ kualitas terkini dari Oli, misalkan API SJ sebagai tipe oli lebih baru (umumnya lebih bagus) dari API SG. Makin baru Oli karena itu code huruf ke dua makin jauh dari huruf A atau dekati huruf Z.

Makna Code SAE Oli Mobil Motor

Untuk ketahui makna code API dan SAE pada oli mobil motor, Yang pertama silahkan kita ulas mengenai code SAE pada Oli. Lebih terangnya mengenai code SAE ini ialah seperti keterangan di bawah ini.

SAE 10W30 memiliki arti pada temperatur rendah (dingin) mempunyai karakter seperti oli SAE 10W, pada temperatur tinggi seperti SAE 30.Karakter oli SAE 15W sanggup distart pada temperatur dingin sampai temperatur -20 oC dan sanggup mengucur dengan pemompaan sampai -30 oC. Karakter oli SAE 30 pada temperatur mesin tinggi 100 oC kekentalannya sekitar 9.3 cS t- 12.5 cSt.

SAE 15W40 memiliki makna pada temperatur rendah (dingin) mempunyai karakter seperti oli SAE 15W, pada temperatur tinggi seperti SAE 40. Karakter oli SAE 15W sanggup distart pada temperatur dingin sampai temperatur -15 oC dan sanggup mengucur dengan pemompaan sampai -25 oC. Karakter oli SAE 40 pada temperatur mesin tinggi 100o C kekentalannya sekitar 12.5 cSt – 16.3 cSt.

SAE 20W50 bermakna pada umumnya oli yang sanggup sesuaikan kekentalannya, pada temperatur rendah (dingin) mempunyai karakter seperti oli SAE 20W dan pada temperatur tinggi seperti SAE 50. Karakter oli SAE 20W sanggup distart pada temperatur dingin sampai temperatur -10 oC (tidak membeku) dan sanggup mengucur dengan pemompaan sampai -20 oC. Karakter oli SAE 50 pada temperatur mesin tinggi 100o C tidak begitu encer, dengan kekentalan sekitar 16.3 cSt – 21.9 cSt. (Sebagai perbedaan keenceran seperti air pada 20 oC sama dengan ~ 1 cSt).

Makna Code API Oli Mobil Motor

Dan untuk lengkapi pengetahuan kita berkenaan makna code SAE dan Api Oli mobil motor, berikut untuk keterangan komplet berkenaan code API pada Oli mobil motor ialah seperti berikut. kita kelompokkan ke dua kelompok untuk mesin bensin dan mesin diesel.

Code API Oli Pelumas Mobil mesin bensin

  • API SF : Dipakai untuk mesin tahun 1988 dan sebelumnya
  • API SG : Dipakai untuk mesin tahun 1993 dan sebelumnya
  • API SH : Dipakai untuk mesin tahun 1996 dan sebelumnya
  • API SJ : Dikenalkan untuk mesin angkatan 2001 ataupun lebih tua
  • API SL : Direncanakan untuk jaga suhu dan Energy Conserving.

Untuk mesin angkatan 2004 atau awalnya

  • API SM : Dikenalkan pada 2004. Oli ini dibuat untuk memberi kekebalan oksidasi yang lebih bagus, jaga suhu, pelindungan lebih bagus pada keausan, dan mengatur deposit lebih bagus. dipakai untuk mesin setelah tahun 2004.
  • API SN : (tipe paling akhir sampai sekarang ini) memakai teknologi Nano guard membuat perlindungan sisi tersempit dari mesin. Dipakai untuk mesin tahun 2012 atau awalnya.

Code API Oli Pelumas Mobil Mesin Diesel

  • API CF : Dipakai Untuk 1994 dan selanjutnya, Oli ini untuk mesin off road, indirect injected dan bisa gantikan oli code CD.
  • API CF-2 : Dipakai untuk mesin performa sedang, two stroke engines. Dapat digunakan pada oli CD-II.
  • API CF-4 : Dipakai untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Biasa dipakai untuk alternatif oli CD dan CE.
  • API CG-4 : Dikenalkan semenjak 1995. Untuk mesin performa sedang, high speed, four stroke engines. Dipakai untuk mesin yang minta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Pas untuk standard emisi 1994 Dapat digunakan pada oli CD, CE, dan CF-4.
  • API CH-4 : Dipakai untuk mesin diesel tahun 1998 dan selanjutnya. Oli ini untuk mesin high speed, four stroke engines yang dibuat untuk penuhi memenuhi standard emisi tahun 1998. Dapat dipakai pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.
  • API CI-4 : Dipakai untuk mesin diesel tahun 2002 dan selanjutnya. Dipakai pada mesin high speed, four stroke engines yang dibuat untuk penuhi memenuhi standard emisi tahun 2004. Dapat gantikan oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.
  • API CJ-4 : Digunakan untuk tahun 2006 dan selanjutnya. Dipakai untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang dibuat untuk penuhi memenuhi standard emisi tahun 2007. Oli dengan kelompok API CJ-4 mempunyai persyaratan perform lebih bagus dibanding Tipe API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4.

Demikian pembahasan tentang Mengenal Kode API dan SAE Pada Oli Kendaraan.

2 Replies to “Mengenal Kode API dan SAE Pada Oli Kendaraan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *